Melawan Arus AI! Startup Jepang yang Mendorong Revolusi Tenaga Kerja Blue-Collar di Indonesia Sedang Tumbuh Pesat

Melawan Arus AI! Startup Jepang yang Mendorong Revolusi Tenaga Kerja Blue-Collar di Indonesia Sedang Tumbuh Pesat

Sumber foto : Ayasan Indonesia

Perusahaan layanan rumah tangga bergaya Jepang, “Ayasan”, kini semakin menunjukkan eksistensinya di pasar Indonesia. Sejak memulai layanan pada tahun 2025, perusahaan ini berhasil mencatat pertumbuhan yang sangat pesat dengan peningkatan penjualan hingga 5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Berbasis di Jakarta, Ayasan dengan cepat menarik perhatian ekspatriat serta kalangan menengah ke atas di Indonesia.

Ayasan menghadirkan platform digital yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mencari, memilih, dan melakukan reservasi tenaga kerja seperti asisten rumah tangga, babysitter, hingga driver. Platform ini menawarkan kemudahan dalam menemukan tenaga kerja yang mampu berbahasa Inggris maupun memiliki keterampilan khusus seperti memasak atau pengasuhan anak. Dengan tampilan antarmuka yang sederhana dan intuitif, pengguna dapat melakukan pemesanan secara cepat tanpa hambatan. Selain itu, dukungan multi-bahasa seperti Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Korea, dan Mandarin menjadikan platform ini sangat ramah bagi pengguna internasional.

Keunggulan Ayasan tidak hanya terletak pada kemudahan teknologi, tetapi juga pada rekam jejaknya di berbagai negara. Saat ini, Ayasan telah beroperasi di Jepang, Thailand, Vietnam, dan Laos, serta berhasil membangun kekuatan brand yang solid di masing-masing pasar. Di Thailand, misalnya, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 160% dalam dua tahun terakhir. Secara keseluruhan, Ayasan telah melayani lebih dari 1 juta pengguna, memiliki lebih dari 100.000 tenaga kerja terdaftar, dan didukung oleh sekitar 500 karyawan. Perusahaan juga menargetkan ekspansi ke 9 negara dengan 13 cabang pada tahun 2026.

Di balik pertumbuhan ini, terdapat strategi yang unik, yaitu “melawan arus AI” dengan fokus pada sektor blue-collar. Di tengah perkembangan AI yang pesat, pekerjaan white-collar mulai mengalami tekanan di beberapa negara, sementara permintaan terhadap pekerjaan seperti kebersihan, perawatan lansia, dan pengasuhan anak justru meningkat. Bahkan, di beberapa kasus, pendapatan pekerjaan blue-collar mulai melampaui white-collar, dan tidak sedikit lulusan universitas ternama yang memilih jalur karier di bidang ini. Ayasan melihat peluang besar dalam tren ini dan mengusung visi “Revolusi Tenaga Kerja Blue-Collar”.

Keunggulan kompetitif Ayasan juga didukung oleh kombinasi antara standar kualitas Jepang dan pemanfaatan teknologi. Pendiri sekaligus CEO, Kotaro Ise, menyatakan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada kemampuan menggabungkan manajemen kualitas ala Jepang dengan jaringan tenaga kerja yang luas di seluruh Asia. Dengan dukungan tim engineer internal, Ayasan terus mengembangkan teknologi, termasuk sistem pencocokan tenaga kerja berbasis AI yang semakin canggih.

Sumber foto : Ayasan Indonesia

Pasar Indonesia menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Menurut Ise, Jakarta merupakan kota internasional dengan potensi besar yang sangat cocok dengan layanan yang ditawarkan Ayasan. Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan utama di masa depan. Lebih jauh lagi, Ayasan memiliki visi untuk menciptakan jalur karier lintas negara, di mana tenaga kerja yang dilatih di Indonesia dapat memiliki peluang untuk bekerja di Jepang. Inisiatif ini mencerminkan upaya perusahaan dalam membangun konektivitas tenaga kerja di tingkat Asia.

Secara keseluruhan, pasar layanan rumah tangga di Asia diperkirakan bernilai sekitar 200 miliar dolar AS, dengan sektor kebersihan tumbuh sekitar 15% per tahun dan pasar babysitter mencapai 30 miliar dolar AS. Dalam pasar yang berkembang pesat ini, Ayasan terus memperluas pangsa pasar dengan mengandalkan kualitas layanan, sistem pelatihan tenaga kerja, dan inovasi teknologi.

Selain itu, Ayasan juga mengembangkan lini bisnis di sektor perawatan lansia melalui brand “Ayasan Cares”. Layanan ini mencakup perawatan lansia serta penjualan produk kebutuhan perawatan secara online, yang telah mencatat pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ke depan, Ayasan tidak hanya ingin menjadi penyedia layanan lokal, tetapi juga membangun platform tenaga kerja lintas negara yang menghubungkan seluruh Asia. Di tengah menurunnya jumlah tenaga kerja di Jepang, kebutuhan akan tenaga kerja internasional menjadi semakin penting. Ayasan berupaya menjadi solusi dengan menciptakan sistem yang memungkinkan mobilitas tenaga kerja secara global.

Kotaro Ise sendiri merupakan lulusan University of Nevada, Las Vegas (UNLV) jurusan manajemen perhotelan, serta memiliki pengalaman bekerja di Walt Disney dan Marriott International. Awalnya ia bercita-cita membangun hotel sendiri, namun karena keterbatasan modal, ia mengubah konsep tersebut menjadi layanan yang menghadirkan standar hotel ke dalam setiap rumah tangga. Dari ide inilah Ayasan didirikan pada tahun 2013.

“Di era AI, pekerjaan blue-collar bisa menjadi pekerjaan terakhir yang tetap membutuhkan manusia,” ujar Ise. Ayasan tidak hanya berfokus pada penyediaan pekerjaan, tetapi juga ingin membangun platform yang memungkinkan tenaga kerja memiliki karier jangka panjang. Lebih dari itu, visi ini juga menjadi refleksi terhadap pertanyaan mendasar tentang makna pekerjaan bagi manusia di masa depan.

Ayasan Indonesia merupakan perusahaan yang berkantor pusat di Grand Sahid Jaya Hotel, Office & Shopping Arcade, Jl. Jenderal Sudirman No.86 Lantai Mezzanine, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10220, Indonesia, dan dipimpin oleh CEO Kotaro Ise; untuk informasi lebih lanjut, perusahaan dapat dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp di +62-878-1999-9193, email [email protected], serta melalui situs resmi di www.Ayasan-indonesia.com. atau kunjungi Instagram @Ayasan.indonesia

press releaseAyasan